FTV Tumbal Bag. 5

Laras sudah merasakan kuasa-Nya, Bah Kamu sudah berani-beraninya melawan orangtua! Laras….! Laras….! Abah mau bicara! Laras…! Ini pasti karena ulah si Ganjar! Anak saya tidak menghormati orangtua dan ke karuhun Pak, bapak dalam bahaya pak! Apakah bapak bisa mendoakan keluarga bapak dan keluarga Laras? Sekarang tenang dulu Kitab Suci? Wiji! Tolong bawakan Kitab Suci Anak ini, tempat ini mengapa sama sekali dengan yang ada dalam mimpi? Bukan mimpi Abah. Kan, ini nyata! Ya, Abah. Sering-seringlah ke sini Dengan Laras juga ya, Abah Memangnya Laras pernah ke sini? Ya, Abah sudah beberapa kali Laras pasti rindu sekali meneruskan seni budaya seperti ibunya dahulu Pak RT! Mana pak Ganjar!? Dia sudah tidak pantas diam di desa ini! – Ya, benar! – Usir! Tenang! Sabar bapak, ibu, semuanya! Tenag bapak, ibu semuanya! Tenang! Tenang! Tenang! Tenang! Bapak Ganjar sudah diberi undangan oleh saya Sekarang sedang di jalan! Sabar! Sedang berada di jalan menuju ke sini – Ah, lama! – Sedang ada urusan, ada halangan mungkin Itu ternyata dia datang Nah itu dia. Usir dia! Usir dia…! Usir dia….! Halo? Halo? Halo? Apa? Ada apa ibu? Galih kecelakaan? Bohong! Pak RT! Sebentar bapak-bapak ada keperluan! Ah itu bohong….! Itu hanya alasan saja…! Bohong itu! Pak!

Ada yang perlu dibantu? Rantainya? Susah kalau sudah seperti ini, pak! Sepeda sudah rusak! Susah, harus ke bengkel ini! Kelihatannya masih bisa diperbaiki Bisa bapak perbaiki? Silakan! Silakan perbaiki! Sekalian saja perbaiki hidup saya Motor sudah rusak! Sepeda rusak! Hidup juga rusak! Semua orang menyalahkan! Anak celaka, saya tidak bisa menolong! Hidup sudah kacau! Hidup sudah kacau! Siapa yang bisa menolong?! Pak Sudah Sudah selesai Bapak siapa? Saya seorang gembala Seorang gembala? Mana dombanya? Mana dombanya? Ada, pak Bapak bisa memperbaiki motor juga? Jika bapak bisa memperbaiki motor, bisa memperbaiki sepeda, sebenarnya bapak bisa menolong orang lain Tetapi, ah Menolong orang lain tidak seperti mengangon domba Domba-domba tidak akan menyerang balik Seharusnya saya juga menjadi seorang gembala Kenapa, ya? Saya mau melakukan kebaikan untuk orang lain malah disalahartikan Meskipun manusia tidak menghargai bapak, tetapi ada satu pribadi yang menghargai bapak O, maksudnya Tuhan, ya? Jika Tuhan menghargai, mengapa Dia mengizinkan saya mendapat masalah? Mengapa Dia tidak mengingatkan semua manusia untuk berterima kasih? Apakah bapak melakukan kebaikan kepada orang lain, bapak berharap mereka berterima kasih kepada bapak? Tidak Tidak seperti itu Jadi kenapa bapak mau menolong manusia? Supaya mereka berterima kasih kepada bapak? Tidak tahu, pak Saya merasa Tuhan Yesus ingin menolong Menolong mereka Mengapa tidak melalui saya, jika saya bisa? Isa Al-Masih sudah mengorbankan nyawanya untuk keselamatan semua manusia Tetapi, Dia juga tidak dihargai Bahkan Dia juga difitnah Pengorbanan saya, tidak sedikit pun pengorbanan dari banyaknya pengorbanan Tuhan Sudah saja! Sekarang saya mau mengasihi mereka Seperti Isa Al-Masih mengasihi mereka semua Isa Al-Masih berfirman, “Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.” Saya pernah melihat bapak di mana, ya?

Mungkin bapak melihat saya sedang menggembalakan domba Si Galih! Galih! Jangan takut, pak Galih tidak apa-apa Silakan bapak telepon dia O, ya Galih! Galih! Oh Sepertinya bapak, sepertinya salah mendengar Ya. Ya Sekarang sudah di mana? Di bengkel? O, di bengkel Dengan siapa? Ibu? Teman ibu? O, syukur kalau begitu. Berarti sekarang ibu sudah ada di bengkel, ya? Syukur kalau seperti itu Sudah dulu kalau seperti itu Ya! Bapak matikan dulu, ya Ya, hati-hati Aduh, terima kasih pak Tenang kalau sudah di telepon Terima kasih Jangan takut! Firman Tuhan berkata, “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil” Jangan takut! Isa Al-Masih, sedang bekerja untuk mendatangkan kebaikan Sudah waktunya menjalankannya Terima kasih, pak. Terima kasih untuk firmannya Jalankanlah! Jangan melihat ke belakang! Eh, Laras! Pak Ganjar! Kamu baru pulang? Laras takut jika pulang ke rumah, pak Takut pulang? Ada apa? Laras, Laras melarikan diri dari rumah – Takut dimarahi Abah – Melarikan diri? Sudah seperti ini saja, bapak antar ke rumah, ya! Cepat naik! Permisi! Pak! – Saya takut – Tenang, nanti bapak yang berbicara Bapak yang berbicara, tenang saja – Saya takut, pak – Tenang, ada bapak Tenang Laras? Laras! Tenang Laras! Laras kamu sehat? Ini Abah, Laras! Ke sinii, nak! Maafkan Abah! Laras ke sini! Maafkan Abah! Terima kasih Tuhan, sudah mengembalikan anak saya dalam keadaan sehat Maafkan Abah! Jangan pergi lagi! – Abah -Maafkan Abah! Abah, maafkan Laras Maafkan Abah juga minta maaf atas kesalahan Abah Puji Tuhan! Kata saya juga tunggu sebentar! Sabar! Pak RT, sekarang sudah sore tetapi pak Ganjar belum datang juga! Masa harus terus menunggu! Pak RT! Pak RT! Ini sudah sore, masa harus bersabar terus!

Bagaimana? Tadi saya melihat pak Ganjar bersama Laras pergi ke rumah ki Buyut – Ki Buyut? – Ya! – Nah, terbukti ibu-ibu! – Sebentar! Sabar! Sabar! Saya sebagai RT di desa ini Hati-hati pak! – Pak, silakan diminum – Terima kasih, ya! Jadi merepotkan Laras – Diminum, Abah! – Silakan! Pak Ganjar, Abah mau meminta maaf atas kesalahan Abah selama ini Abah sudah mempermainkan pak Ganjar Karena Abah pikir pak Ganjar mau mempengaruhi anak Abah Supaya tidak menghormati bapak dan eyang Abah “Takut terjadi sesuatu yang tidak disangka-sangka.” Ingat belasan tahun ke belakang Abah kehilangan anak. Akhirnya anak Abah satu-satunya mau dijadikan tumbal Itu juga oleh kesalahan Abah Rasanya hidup tidak adil Segala sesuatu yang dilakukan selalu dianggap salah Maksudnya ingin menolong malah dituduh menumbalkan yang lain Padahal dalam hati Abah, hati yang bersih, ikhlas, tidak ada rasa benci atau tidak enak hati Hanya ingin membantu warga di sini Sama, Abah Saya juga seperti itu Saya juga niatnya menolong warga di tempat ini Hanya saja yang saya terima, saya dijelek-jelekkan Difitnah! Diejek Saya juga sama dengan Abah Bahkan saya ditolak oleh warga ini Ditolak oleh warga di sini Pak Ganjar, Abah mau bertanya Pak Ganjar mempunyai kuasa apa? Mendoakan anak saya sampai sembuh Sakti sekali kuasanya Ah, Abah ini! Saya bukan orang sakti, Bah Saya berdoa kepada Tuhan, Isa Al-Masih Dia yang mempunyai kekuasaan untuk menyembuhkan Laras Itu, Bah Apakah Dia yang menjadi tumbal Agung? Apakah pak Ganjar bisa menjelaskan mengenai Tumbal Agung yang ada dalam Kitab ini? Baik, pak Benar, pak Isa Al-Masih adalah tumbal yang sejati Tumbal yang Agung, yang bisa menyelamatkan semua umat manusia Dia Mahasuci Dia bisa melepaskan ikatan iblis! Hanya satu, Bah harus percaya kepada kekuasaan-Nya Dia bisa membebaskan semuanya Semuanya dicatat dalam Alkitab Ganjar keluar! Keluar! Keluar! Aduh, pak! Di luar banyak orang! Abah! Abah, kenapa jadi seperti ini lagi? Laras takut, Bah! Tenang, Isa Al-Masih pasti memberikan pertolongan kepada kita! Waduh! Keluar…! Bapak-bapak, ibu-ibu sabar! Kita jangan melakukan kesalahan seperti dahulu! Jangan sampai itu terjadi kembali! Bakar….! Bakar…..! Ki, kenapa jadi ramai begini?! Ini bukan strategi saya! Bukan seperti ini! Wadiduy… wadiduy Gara-gara kamu! Jadi wadiduy!

Kamu ini! Bagaimana kalau sudah seperti ini?!/ Omo! Tenang ibu-ibu! Omo! Jana! Ke mana! Ada apa pak RT? Bukan ada apa, ada apa! Lihat akibat dari kelakuan kalian! Keluar pak Ganjar! Pak Ganjar keluar…! Pak Ganjar keluar…! Pak Ganjar keluar…! Tenang….! Tenang…..! Kamu! Kamu yang membunuh anak saya! – Kamu! Kamu! – Bapak ibu semuanya Maafkan, ini semua kesalahan saya! Yang tidak bisa menentramkan keluarga ki Buyut Dengan adanya pak Ganjar di desa ini untuk menyelamatkan kita semua! Kita ingat lagi ke belakang. Jangan ada lagi tumbal di kampung kita Tumbal! Benar…! Jangan ada lagi tumbal Bapak, ibu semuanya saya meminta maaf atas segala kesalahan yang saya perbuat di masa lalu Saya hanya ingin menolong tetapi caranya ternyata salah Saya terperdaya oleh kuasa kegelapan Yang berpura-pura dan banyak mintanya Yang akhirnya berakibat kepada diri sendiri Yang dilakukan oleh pak Ganjar selama ini yaitu melepaskan anak saya supaya tidak dijadikan tumbal Maafkan! Mohon dimaafkan atas segala kesalahan saya Sekali lagi maafkan saya! Abah Terima kasih! Yang kuat, nak. Ini adalah kesalahan Abah Abah. Abah Pak Ganjar, sekali lagi Abah berterima kasih Abah tidak akan lupa kepada segala pembelaan pak Ganjar Begitu besarnya pertolongannya Baik jiwa maupun raga Menolong Abah dan Laras Yang menjadi pertanyaan Abah, mengapa sampai begitu belanya? Karena seperti ini, Bah Tuhan, Isa Al-Masih Dia yang lebih dahulu, mengampuni saya Dia yang sudah mengorbankan Diri-Nya untuk menebus kesalahan saya Oleh karena itu Bah saya ingin membantu sesama sesuai kemampuan saya Seperti itu, Bah Abah juga, selama ini sudah menolak pak Ganjar, bahkan ada niat untuk mencelakakan Jadi Abah merasa bukan orang yang pantas untuk ditolong. Apalagi diselamatkan Sebenarnya, tidak ada orang yang pantas untuk ditolong Tidak ada manusia yang pantas untuk diselamatkan Tetapi Dia memberikan nyawa-Nya Memberikan ketika kita penuh dengan dosa Masih banyak kesalahan. Dia menyelamatkan kita semua, pak! Apakah yang baru saja disampaikan oleh pak Ganjar ada tidak dalam Kitab Suci ini? Semuanya dicatat dalam Kitab ini, pak

Semuanya Abah, dalam Injil Yohanes dijelaskan, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Yohanes 3 : 16 Abah, datangnya Al-Masih bukan untuk menghakimi Tetapi untuk menyelamatkan kita semua TANAH PASUNDAN YANG INDAH SUBUR DAN AMAT MAKMUR TAPI KINI TELAH TERBUKTI SUDAH TIDAK ASRI LAGI SEBAB WARISAN SUDAH BERALIH DIPEGANG PARA PETINGGI BENAR KATA EYANG PRABU RAJA SUNDA ZAMAN DAHULU Dosa telah merusak sukacita manusia Mata rohani manusia sudah tertutup kepada kebaikan manusia lain Untuk merasakan kembali sukacita dari Allah harus ada tumbal seperti dalam firman Tuhan Tumbal penebusan dosa sudah dilakukan oleh Tumbal Suci Yaitu Isa Al-Masih yang disalib di kayu salib Supaya manusia bebas dari hukuman dosa Tidak ada lagi tumbal keselamatan dari darah manusia Semuanya digantikan oleh darah Isa Al-Masih yang menjadikan diri-Nya sendiri untuk menjadi tumbal kita semua SEKARANG TELAH TIBA WAKTUNYA CARILAH SEORANG GEMBALA UNTUK TUMBAL SEMUA ORANG AGAR DOSA DIAMPUNI SUPAYA BEROLEH KESELAMATAN SEBAB ZAMAN AKAN BERGANTI DIPIMPIN OLEH RATU ADIL